Alat Pengasinan Telor
alat-pengasinan-telor
Beater Mill
beater-mill
Biogas
biogas
Kompor Nabati
kompor-nabati
Mesin Biodiesel
mesin-biodiesel
Google Yahoo MSN
 

Alamat BGI


Head Office :
Graha Cihampelas Lt. 3
Jl. Cihampelas No. 41
Bandung 40171
Lihat Peta Lokasi

022-4220528 (Phone)
022-4220528 (Fax)
082217596396 (Mobile)

Pin Blackberry BGI

22935EC2
Kontak Online
Berita
Download Katalog


Manufacture
Mechanical
Water Treatment
Statistik Website

Jumlah Pengunjung : 33920
Jumlah Klik : 121527

Bisnis & Ekonomi


Asing Hati-hati, Rupiah Stabil
Kamis, 21 Oktober 2010 | 10:32 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi cenderung stabil, karena pelaku pasar khususnya asing hati-hati bermain lebih jauh setelah Bank Sentral China menaikkan suku bunganya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik dua poin menjadi Rp 8.930-Rp 8.940 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 8.932-Rp 8.942.

Kepala Treasury PT OCBC NISP Suriyanto Chang di Jakarta, Kamis mengatakan, Bank sentral China menaikkan suku bunga acuan pinjaman dan deposito satu tahun masing-masing sebesar 25 basis poin, sebagai upaya Beijing untuk menahan inflasi dan harga properti yang melonjak. "Akibatnya banyak permintaan dari konsumen terhadap mata uang China, Yuan," katanya.

Penguatan rupiah yang relatif kecil itu, menurut dia, karena pelaku pasar percaya pernyataan Bank sentral AS bahwa ekonomi Amerika Serikat akan tumbuh pada tingkat yang moderet setelah dana paket stimulus dikeluarkan. "Namun kenaikan rupiah relatif kecil, karena pelaku belum antusias melakukan pembelian terhadap rupiah," katanya.

Suriyanto Chang mengatakan, bursa Wall Street juga membaik terpicu oleh laporan laba perusahaan di Amerika dan merosot nilai mata uang negara Paman Sam itu.

Dollar merosot terhadap mata uang Jepang, menjadi 81,12 yen dari 81,54 yen. Euro berpindah tangan pada 1,3995 dolar naik dari 1,3726 dollar.

Menurut dia, peluang rupiah untuk naik lebih besar pada Kamis kemungkinan masih terjadi, karena faktor positif makin tumbuh. "Kami optimis rupiah akan kembali naik lebih besar asalkan Bank Indonesia (BI) tidak masuk pasar menahan laju kenaikan rupiah," ucapnya.

(Sumber : Kompas)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/21/10324660/Asing.Hati-hati..Rupiah.Stabil-5
Date : 2010-10-21 11:10:44 | Hits : 897 | Kembali Ke Index Berita