Alat Pengasinan Telor
alat-pengasinan-telor
Beater Mill
beater-mill
Biogas
biogas
Kompor Nabati
kompor-nabati
Mesin Biodiesel
mesin-biodiesel
Google Yahoo MSN
 

Alamat BGI


Head Office :
Graha Cihampelas Lt. 3
Jl. Cihampelas No. 41
Bandung 40171
Lihat Peta Lokasi

022-4220528 (Phone)
022-4220528 (Fax)
082217596396 (Mobile)

Pin Blackberry BGI

22935EC2
Kontak Online
Berita
Download Katalog


Manufacture
Mechanical
Water Treatment
Statistik Website

Jumlah Pengunjung : 33920
Jumlah Klik : 121527

Bisnis & Ekonomi


Mesin Pengolahan Karet Crumb Rubber
Mesin Pengolahan Karet ( Crumb Rubber ), Kapasitas 1 ton/batch (8 jam)

PROFIL SINGKAT KOMODITI KARET

Penggolongan / Klasifikasi dalam Komoditi Karet
Karet adalah tanaman perkebunan tahunan berupa pohon batang lurus. Pohon karet pertama kali hanya tumbuh di Brasil, Amerika Selatan, namun setelah percobaan berkali-kali oleh Henry Wickham, pohon ini berhasil dikembangkan di Asia Tenggara, di mana sekarang ini tanaman ini banyak dikembangkan sehingga sampai sekarang Asia merupakan sumber karet alami. Di Indonesia, Malaysia dan Singapura tanaman karet mulai dicoba dibudidayakan pada tahun 1876.Tanaman karet pertama di Indonesia ditanam di Kebun Raya Bogor.
Indonesia pernah menguasai produksi karet dunia, namun saat ini posisi Indonesia didesak oleh dua negara tetangga Malaysia dan Thailand. Lebih dari setengah karet yang digunakan sekarang ini adalah sintetik, tetapi beberapa juta ton karet alami masih diproduksi setiap tahun, dan masih merupakan bahan penting bagi beberapa industri termasuk otomotif dan militer.

Klasifikasi botani tanaman karet adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Euphorbiaceae
Genus : Hevea
Spesies : Hevea brasiliensis
Klon karet yang dianjurkan Pusat Penelitian Karet Balai Penelitian periode 1996-1998 adalah:
ˇ AVROS 2037
ˇ BPM 1, BPM 24, BPM 107, BPM 109
ˇ GT 1
ˇ PB 217, PB 235, PB 260
ˇ PR 255, PR 261, PR 300, PR 303
ˇ RRIC 100, RRIC 102, RRIC 110
ˇ RRIM 600
ˇ GGIM 712
ˇ TM 2, TM 9
Sedangkan beberapa jenis hasil karet yang biasa dimanfaatkan atau diolah menjadi beberapa produk antara lain adalah : RSS I, RSS II, RSS III, Crumb Rubber, Lump, dan Lateks.

Penggunaan Komoditi Karet
Hasil utama dari pohon karet adalah lateks yang dapat dijual atau diperdagangkan di masyarakat berupa lateks segar, slab/koagulasi, ataupun sit asap/sit angin. Selanjutnya produk-produk tersebut akan digunakan sebagai bahan baku pabrik Crumb Rubber/Karet Remah, yang
menghasilkan berbagai bahan baku untuk berbagai industri hilir seperti ban, bola, sepatu, karet,
sarung tangan, baju renang, karet gelang, mainan dari karet, dan berbagai produk hilir lainnya.
Hasil sampingan dari pohon karet adalah kayu karet yang dapat berasal dari kegiatan rehabilitasi kebun atau peremajaan kebun karet tua yang sudah tidak menghasilkan lateks lagi. Umumnya kayu karet yang diperjualbelikan adalah dari peremajaan kebun karet tua yang diganti dengan tanaman karet muda. Kayu karet dapat dipergunakan sebagai kayu bahan bangunan rumah, kayu api, arang, ataupun kayu gergajian untuk alat rumah tangga. Getah karet yang disadap dari batang diolah menjadi karet dalam bentuk krep, sit yang diasap dan lateks pekat.

KARET (pohon karet)
Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan yang tumbuh di berbagai wilayah di
Indonesia. Karet merupakan produk dari proses penggumpalan getah tanaman karet (lateks).
Pohon karet normal disadap pada tahun ke-5. Produk dari penggumpalan lateks selanjutnya
diolah untuk menghasilkan lembaran karet (sheet), bongkahan (kotak), atau karet remah (crumb
rubber) yang merupakan bahan baku industri karet. Ekspor karet dari Indonesia dalam berbagai
bentuk, yaitu dalam bentuk bahan baku industri (sheet, crumb rubber, SIR) dan produk
turunannya seperti ban, komponen, dan sebagainya.

LATEKS PEKAT
Lateks pekat merupakan produk olahan lateks alam yang dibuat dengan proses tertentu. Pemekatan lateks alam dilakukan dengan menggunakan empat cara yaitu: sentrifugasi, pendadihan, penguapan, dan elektrodekantasi. Diantara keempat cara tersebut sentrifugasi dan
pendadihan merupakan cara yang telah dikembangkan secara komersial sejak lama. Pemekatan lateks dengan cara sentrifugasi dilakukan menggunakan sentrifuge berkecepatan
6000-7000 rpm. Lateks yang dimasukkan kedalam alat sentrifugasi (separator) akan mengalami
pemutaran yaitu gaya sentripetal dan gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal tersebut jauh lebih
besar daripada percepatan gaya berat dan gerak brown sehingga akan terjadi pemisahan
partikel karet dengan serum. Bagian serum yang mempunyai rapat jenis besar akan terlempar
ke bagian luar (lateks skim) dan partikel karet akan terkumpul pada bagian pusat alat sentrifugasi. Lateks pekat ini mengandung karet kering 60%, sedangkan lateks skimnya masih
mengandung karet kering antara 3-8% dengan rapat jenis sekitar 1,02 g/cm3.
Pemekatan lateks dengan cara pendadihan memerlukan bahan pendadih seperti Natrium atau amonium alginat, gum tragacant, methyl cellulosa, carboxy methylcellulosa dan tepung iles-iles. Adanya bahan pendadih menyebabkan partikel-partikel karet akan membentuk rantai-rantai menjadi butiran yang garis tengahnya lebih besar. Perbedaan rapat jenis antara butir karet dan serum menyebabkan partikel karet yang mempunyai rapat jenis lebih kecil dari serum akan bergerak keatas untuk membentuk lapisan, sedang yang dibawah adalah serum.
Mutu lateks yang dihasilkan ditentukan berdasarkan spesifikasi menurut ASTM dan SNI.
Menurut ASTM lateks pekat dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan sistem pengawetan dan
metode pembuatannya yaitu :
ˇ Jenis I : Lateks pekat pusingan dengan amonia saja atau dengan pengawet formaldehida
dilanjutkan dengan pengawet amonia.
ˇ Jenis II : Lateks pekat pendadihan yang diawetkan dengan amonia saja atau dengan
pengawet formaldehida dilanjutkan dengan amonia.
ˇ Jenis III : Lateks pusingan yang diawetkan dengan kadar amonia rendah dan bahan
pengawet sekunder.

CRUMB RUBBER
Crumb rubber adalah karet kering yang proses pengolahannya melalui tahap peremahan. Bahan baku berasal dari lateks yang diolah menjadi koagulum dan dari lump. Bahan baku yang paling dominan adalah lump karena pengolahan crumb rubber bertujuan untuk mengangkat derajat bahan baku mutu rendah menjadi produk yang lebih bermutu.

Tahap pengolahan Crumb Rubber meliputi :

1. Peremahan
Kompo yang telah mengalami penuntasan selama 10-15 hari diremahkan dalam
granulator. Peremahan bertujuan untuk mendapatkan remahan yang siap untuk
dikeringkan. Sifat yang dihasilkan oleh peremahan adalah mudah dikeringkan sehingga
dicapai kapasitas produksi yang lebih tinggi dan kematangan remah yang sempurna.

2. Pengeringan
Kompo yang terlah mengalami peremahan selanjutnya dikeringkan dalam dryer selama 3
jam. Pemasukan kotak pengering kedalam dryer 12 menit sekali, suhu pengering 122°C
untuk bahan baku kompo dan 110°C untuk proses WF. Suhu produk yang keluar dari
dryer dibawah 40°C. Pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai batas
aman simpan baik dari serangan serangga maupun mikrobiologis, enzimatis dan hidrolis.
Dalam pengeringan faktor yang dapat memepengaruhi hasil adalah lamanya penuntasan,
ketinggian remahan, suhu dan lama pengeringan.

3. Pengepresan
Pengepresan merupakan pembentukan bandela-bandela dari remah karet kering. Bahan
yang keluar dari pengering kemudian ditimbang seberat 35kg/bandela yang akan dikemas
dalam kemasan SW dan 33,5kg/bandela untuk kemasan. Setelah itu produk dipress
dengan menggunakan mesin press bandela. Ukuran hasil pengepresan 60 x 30 x 17 cm.

4. Pembungkusan dan Pengepakan
Pembungkusan dimaksudkan untuk menghindari penyerapan uap air dari lingkungan serta
bebas kontaminan lain. Setelah produk dipress, kemudian disimpan diatas meja
alumunium untuk penyortiran dengan menggunakan pengutip. Setelah itu produk
dibungkus dengan plastik transparan tebal 0,03 mm dan titik leleh 108°C. Bandela yang
telah dibungkus, kemudian dimasukkan dalam peti kemas dengan susunan saling
mengunci.


Sumber:
(Peta komoditi utama sektor primer dan pengkajian peluang pasar serta peluang infestasi di Indonesia )

(Sumber : BGI)
http://bgimesin.blogspot.com/2010/11/mesin-pengolahan-karet-crumb-rubber.html
Date : 2010-12-22 05:12:18 | Hits : 2014 | Kembali Ke Index Berita