Pasteurisasi Susu
pasteurisasi-susu
Pompa Hidram
pompa-hidram
Produk Plastik
produk-plastik
Mesin Kelapa Sawit
mesin-kelapa-sawit
Mesin pengurai tandan kosong sawit
mesin-pengurai-tandan-kosong-sawit
Google Yahoo MSN
 

Alamat BGI


Head Office :
Graha Cihampelas Lt. 3
Jl. Cihampelas No. 41
Bandung 40171
Lihat Peta Lokasi

022-4220528 (Phone)
022-4220528 (Fax)
082217596396 (Mobile)

Pin Blackberry BGI

22935EC2
Kontak Online
Berita
Download Katalog


Manufacture
Mechanical
Water Treatment
Statistik Website

Jumlah Pengunjung : 33920
Jumlah Klik : 121527

Berita Terkini


Rupiah Pagi Stabil
Jumat, 22 Oktober 2010 | 10:25 WIB JAKARTA, KOMPAS.com - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat pagi, cenderung stabil, karena pelaku pasar masih hati-hati masuk pasar, akibat kekhawatiran terhadap pasar finansial Amerika Serikat dan Eropa.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik dua poin menjadi Rp 8.926-Rp 8.936 per dollar dibanding hari sebelumnya (Kamis, 21/10) Rp 8.928-Rp 8.938.

Direktur Currency Management Group Farial Anwar di Jakarta mengatakan, rupiah sulit untuk bergerak naik lebih tinggi, karena dolar AS di pasar global menguat. "Jadi penguatan rupiah itu hanya didukung oleh membaiknya bursa Wall Street yang mendorong pelaku pasar membeli rupiah dalam jumlah yang kecil," katanya.

Selain itu, lanjut dia pelaku juga masih hati-hati mengikuti perkembangan pasar finansial global setelah Bank Sentral Cina menaikkan bunganya. "Kami memperkirakan kenaikan suku bunga bank oleh Bank Sentral Cina menimbulkan kekhawatiran karena pelaku asing lebih cenderung membeli yuan ketimbang mata uang lainnya," katanya.

Kenaikan rupiah yang kecil itu, menurut dia, karena dollar Amerika Serikat setelah data AS menunjukkan adanya penurunan dalam klaim pengangguran dan `banjir besar`.

Euro berpindah tangan mennjadi 1,3918 dollar turun dari 1,3995 dollar dan dollar juga naik terhadap mata uang Jepang, menjadi 81,29 yen dari 81,12 yen.

Rupiah, lanjut dia pada Jumat siang kemungkinan akan masih bergerak naik meski dalam kisaran yang relatif kecil, karena Bank Indonesi (BI) tetap di pasar. "Karena itu rupiah masih sulit untuk mengalami kenaikan yang cukup besar, karena BI masih tetap mengamatinya," ucapnya.

"Rupiah pada akhir bulan lalu sempat mencapai Rp 8.905 per dollar, namun kembali melemah, karena pemerintah meminta BI untuk menahan dengan melepas cadangan devisanya," tambahnya.

(Sumber : Kompas)
http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2010/10/22/10252615/Rupiah.Pagi.Stabil-5
Date : 2010-10-22 11:10:31 | Hits : 840 | Kembali Ke Index Berita